Resolusi 2012

akhirnya bulan januari berlalu, dan gw belom sempet bikin resolusi untuk tahun ini. maklum, sok sibuk :D

mumpung sekarang baru masuk februari, dan hawa-hawa tahun baru masih terasa, so here are some of my 2012 resolution. check it out!

1. smart-spender

oke. jadi begini ceritanya. sejak kembali ke kota jahanam jakarta pertengahan tahun 2011 kemarin, gw dengan suksesnya tidak pernah, catet ya, tidak pernah berhasil menyisakan gaji gw di akhir bulan. true, gw ikut program tabungan rencana yang mana duit gw ditarik dengan paksa tiap awal bulan. tapi biasanya tetep adalah sisa2 dikit..ini nggak ada samsek, yang adanya gw tekor karena selalu ngegali tabungan. this, has to change this year.

2. invest, invest, invest!

punya duit nganggur? check! terancam lama-lama habis karena diambil terus? check! pengen duitnya bertambah? check!

that’s why i need to invest. instrumen sudah dipilih, mungkin gw akan invest di emas dan reksadana. gw gak mau kejeblos di jebakan unit link lagi.

3. have a healthier life

sehubungan dengan membengkaknya membesarnya tubuh gw sebaliknya dari palembang tahun kemaren, tahun ini gw berencana untuk hidup lebih sehat. sebenernya usaha ini sudah dijalankan dari triwulan akhir 2011 kemaren, dan gw merasakan beberapa perubahan yang positif. misalnya, badan terasa lebih seger, nggak gampang sakit, nggak gampang ngos-ngosan, timbunan lemak agak menipis dikit. adapun efek negatifnya adalah tidak sehatnya cashflow gw. sekian.

4. close the old book, open the new one, then write a new story

bukan, ini bukan berarti gw mo nulis buku. boro-boro nulis buku, ngetweet aja nyampah semua -___-

means there are something (or someone) that i should left behind in 2011 and not to drag it to 2012. it’s quite hard for me, but that will be another story to tell. tahun ini, semoga gw bisa melangkah tanpa beban ke jenjang berikutnya. amin.

5. my job is my career

tahun 2011 kmrn adalah tahun dimana hidup gw masih terombang-ambing dalam ketidakpastian *halah*. i mean, being back in this town is not the easiest things to do. i always miss plaju, and secretly hoping that i could go back there someday. tapi sekarang belum saatnya. sekarang adalah saatnya gw belajar mengembangkan diri di jakarta, berhadapan dengan pekerjaan yang diluar batas kemampuan gw, dan bisa bilang bahwa “gw bisa lho, handle project ini”. sebelum pindah dulu, mas dipo bilang “kalo ketemu permasalahan atau ada yang susah, jangan menghindar“. mas, i’m trying as hell not to run away, walopun rasanya pengen kabur 1/2 mati ke timbuktu unit. tahun ini semoga semuanya mulai membaik, gw mulai bisa menangkap esensi pekerjaan disini, dan tidak ngumpet di belakang bos tiap ketemu yang susah-susah. amin.

and there are my top 5 resolutions of 2012. sisanya tentu ada beberapa resolusi lainnya, such as…

6. sholat 5 waktu

gw masih suka ninggalin kewajiban yang satu ini, baik disengaja maupun secara tidak sengaja. this, should not be happen in the future.

7. baca al-qur’an

when did the last time i read al-qur’an?

8. family time

terlalu self-centered itu nggak baik. berbahagialah karena masih punya ibu yang dengan setia nungguin anaknya yang suka kelayapan sampe malem, dan nggak bosen2 ngecek apakah anaknya sudah pulang atau belum.

9. ngelancarin nyetir mobil

this is one of the life-survival skill. no need to explain.

10. buying a car

supaya bisa nganter-nganter mama kalo mau pergi-pergi..nggak usah repot-repot naik turun angkot dan berboros-boros ria naik taksi.

so, here are my new years resolutions. what’s yours? :D

“emangnya kamu udah yakin, mau nikah sama aku?”

“Insyaallah aku yakin”

:)

second

this is the second. and it will be the last.

don’t you ever try to come back.

you’ve had your turn, and i’m sick of you playing with my heart.

so, so long Sir, i bid you farewell.

i wish you the best.

Ok, i like you.
Before it becomes worse.
Before it turns to be love.
Please tell me,
you wanted me to stay or i should go.
Once you asked me to stay.
i’m extremelly happy
And i will never let you go

- Rahne Putri

single fighter

“lagi deket sama siapa sekarang?”

“pacarnya siapa?”

“kapan nyusul?”

Pertanyaan diatas pasti bikin setiap perempuan single usia mid-20s ketar-ketir. terutama kalo semua jawaban dari pertanyaan diatas adalah “nggak ada”. DANGG!!

well, itulah yg terjadi pada saya sekarang. kalo ketemu temen lama/sodara/kenalan, pasti yang ditanya itu duluan. kenapa ya, nanyanya bukan

“kerja dimana sekarang?”

“karirnya bagus ga?”

“KPInya ijo semua ga?” (yg nanya ini pasti kurang kerjaan skaligus basabasi, atau mainly keypoh :D )

terkadang males jawab pertanyaan seputar jodoh (baik pertanyaan baik2 atau sekedar basabasi). kenapa? karena pasti berlanjut ke pertanyaan/pernyataan selanjutnya. biasanya:

“kok bisaaaa?” (you THINK??)

“mau gw kenalin ga?”

“lo milih2 siiihh”

“makanya doa, minta sama Yang di Atas!” (iiiiihh.. andai doa saja bisa mengirimkan seorang jodoh. adagium terkenalnya, “jodoh memang ditangan Tuhan, tapi kalo ga dijemput/diambil, ya tetep ditangan Tuhan” XP)

hey you, whoever you are, demi gusti sang Maha Pencipta, siapa juga yang mau, disaat temen2 seumur saya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan, atau sedang menanti kelahiran anak pertama, atau bahkan sedang menimang anak kedua, saya malah asyik menimang ordner2 kerjaan, menggendong2 ransel+koper dari tempat satu ke tempat yang lain (i blame you, HR breakthrough program!), menghabiskan malam2 sepi sendiri (HALAHH).

eh yah kalo dipikir2, kenapa isu juliet-oscar-delta-oscar-hotel ini bener2 jd hot issue banget ya?

apa mungkin karena dilihatnya saya udh dapet kerjaan yang (alhamdulillah) bagus, mapan (amiiin), terjamin sampai tua (amiiiiiiin amiiinn)? so the next issue will be marriage, right? NOT!! berkarir dan mapan bagi seorang gadis (huhuuy) single usia mid20s adalah kutukan dalam mencari jodoh, sodara-sodara!

i don’t want to sound so desperate or what, but finding the right soulmate is a tricky but compulsory act to do.

giliran ada yang cocok dan ybs mau sama saya, ehhh… terhalang perbedaan setinggi gunung.

giliran ada yang punya banyak kesamaan, sayanya mau, ehhh… ybs emoh sama saya. gak masuk kriteria pilihan calon istri katanya.

giliran ada yang mau, sayanya yang emoh (eh kalo yg kasus begini kayanya ga ada deh :D )

saya gak mau maksain, kalo memang nggak cocok ya udah. tapi yang namanya hati, pasti pengen punya orang yang bisa diajak berbagi, tempat bersandar, tempat berlabuh (okay, silakan muntah).

i’ve met this guy last year, i thought he could be.. you know..your other half? but it turned out that he’s not. not even a bit, not even at all. and i learned it on a hard way. it hurt so bad you don’t want to go through any kind of romance or relationship or dating phase for a long time.

mind you, nobody tell me that time if misreading the sign could be very very very nasty.

so now i’m back, alone again (not really really completely alone, but there’s this guy….OK, that would be another story to tell). belajar untuk jadi perempuan yang tangguh, mandiri, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, pandai memasak. belajar untuk jadi manusia yang lebih baik. sampai waktunya tiba. sampai seseorang yang akan menerima saya apa adanya, membimbing saya menjadi perempuan yang lebih baik itu datang.

oh ya, masalah milih memilih, pastinya dong harus memilih! dari pertama kita lebih suka laki2 daripada perempuan pun sudah masuk kategori memilih kan? hehehehehe

percakapan penting ibu dan anak #1

alkisah pada suatu malam si mama telepon gw. maklum jujur gw akui, selama di palembang, gw jarang nelpon beliau, lbh sering beliau yg telpon gw *sungguh anak tak berbakti, jangan ditiru ya! :P *. biasanya beliau telpon kalo gw abis isiin pulsa, ya pembicaraannya pun ngalor ngidul ga penting. biasanya sih gw whining, kenapa skrg jadi gendut *oh sungguh tidak penting*, bosen sama makanan disini. sama gaji gw yg sepertinya lenyap tidak bersisa entah kemana perginya. untung beliau ga tau secara persis berapa gaji gw, kalo nggak bisa diamuk juga deh gw.

kebetulan pembicaraan kemarin fokus ke… *jengjeng* keadaan keuangan gw saat ini, karena beliau tau dari mbak gw, kalo gw baru dapet uang mutasi. selaku yg lebih berpengalaman ngatur keuangan, si mama nyuruh gw:

1. buka 1 rekening lagi buat nabung, uang mutasi di transfer kesitu, dan tiap habis gajian langsung potong buat nabung

2. naikin jumlah tabungan rencana

3. jangan sering-sering pulang ke jakarta *oh my*

lalu gw pun mulai berkeluh kesah lagi. betapa gaji gw selalu habis, dan kebanyakan untuk beli perlengkapan rumah tangga. kayaknya tiap bulan ada aja yang kurang, yang harus dibeli buat kebutuhan rumah tangga.  padahal gw juga blm tinggal di rumah loh ya, cuma semacam apartemen studio *we called it “flat” here* dgn ruang tamu, kamar tidur, dan kamar mandi. dapur aja ga ada. bahkan gw puun blm juga jadi beli kompor listrik dan magicom, which means, beli kompor akan diikuti dgn beli peralatan masak dan bahan2 masakan. pun niat untuk beli sepeda. rencana nyicil mobil thn 2012. banyaakkk sekali. dan jangan ditanya ttg tabungan untuk masa depan *ahemm “menikah” maksudnya* blm terpikir sama sekali. nabung kali ini targetnya DP mobil. setelah itu baru target berubah jadi DP rumah atau beli tanah.

lalu mama pun mengeluarkan kalimat saktinya.

“ya begitulah hidup berumah tangga, banyak yg harus dipikirkan dan diurus.. baru kerasa sama kamu kan sekarang?”

mamaaaa.. akupuuuunn belum dapet rumah dan berkeluarga beneran aja udh begini, apa kabar kalo jadi beneran pindah ke Sungai Gerong ya?

:)

ampera bridge

i’ve been living in this city for 2 months now.

how am i doing?

never been better :)

Dear Tuhan

Dear Tuhan, kalau jodoh ada di tanganmu. Bisa tolong kasih tau kau meletakkannya dimana, nanti biar saya jemput.

Dear Tuhan, katanya jodoh ada di tanganmu. Tangan kanan atau tangan kiri? Agar aku tahu apakah ia semanis madu atau seperti racun.

Dear Tuhan, jika jodoh ada di tanganmu. Tolong jangan genggam dia terlalu erat. Aku takut ia kesakitan

Dear Tuhan, aku adalah Jodoh orang lain kan? Berarti aku ada di tanganmu. Bisa tolong cepat lepaskan aku? Dia terlalu lama menungguku.

Dear Tuhan, katanya jodoh ada di tanganmu. Semoga ia, orang yang sama yang mendiami talamus talamus di otakku

Dear Tuhan, aku tahu ribuan doa mengantri kau baca satu per satu. Aku hanya takut dia menjadi jawaban doa orang lain yang kau kabulkan lebih dulu

Tuhan, maaf aku terlalu cerewet. Jaga dia, untukku.

“How would you like it if I hug you all the time, act like I care, and made you think it meant something, then throw it all away? Yeah… that’s what I thought, asshole.”

-got it from tumblr-

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 216 other followers