single fighter

on

“lagi deket sama siapa sekarang?”

“pacarnya siapa?”

“kapan nyusul?”

Pertanyaan diatas pasti bikin setiap perempuan single usia mid-20s ketar-ketir. terutama kalo semua jawaban dari pertanyaan diatas adalah “nggak ada”. DANGG!!

well, itulah yg terjadi pada saya sekarang. kalo ketemu temen lama/sodara/kenalan, pasti yang ditanya itu duluan. kenapa ya, nanyanya bukan

“kerja dimana sekarang?”

“karirnya bagus ga?”

“KPInya ijo semua ga?” (yg nanya ini pasti kurang kerjaan skaligus basabasi, atau mainly keypoh :D)

terkadang males jawab pertanyaan seputar jodoh (baik pertanyaan baik2 atau sekedar basabasi). kenapa? karena pasti berlanjut ke pertanyaan/pernyataan selanjutnya. biasanya:

“kok bisaaaa?” (you THINK??)

“mau gw kenalin ga?”

“lo milih2 siiihh”

“makanya doa, minta sama Yang di Atas!” (iiiiihh.. andai doa saja bisa mengirimkan seorang jodoh. adagium terkenalnya, “jodoh memang ditangan Tuhan, tapi kalo ga dijemput/diambil, ya tetep ditangan Tuhan” XP)

hey you, whoever you are, demi gusti sang Maha Pencipta, siapa juga yang mau, disaat temen2 seumur saya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan, atau sedang menanti kelahiran anak pertama, atau bahkan sedang menimang anak kedua, saya malah asyik menimang ordner2 kerjaan, menggendong2 ransel+koper dari tempat satu ke tempat yang lain (i blame you, HR breakthrough program!), menghabiskan malam2 sepi sendiri (HALAHH).

eh yah kalo dipikir2, kenapa isu juliet-oscar-delta-oscar-hotel ini bener2 jd hot issue banget ya?

apa mungkin karena dilihatnya saya udh dapet kerjaan yang (alhamdulillah) bagus, mapan (amiiin), terjamin sampai tua (amiiiiiiin amiiinn)? so the next issue will be marriage, right? NOT!! berkarir dan mapan bagi seorang gadis (huhuuy) single usia mid20s adalah kutukan dalam mencari jodoh, sodara-sodara!

i don’t want to sound so desperate or what, but finding the right soulmate is a tricky but compulsory act to do.

giliran ada yang cocok dan ybs mau sama saya, ehhh… terhalang perbedaan setinggi gunung.

giliran ada yang punya banyak kesamaan, sayanya mau, ehhh… ybs emoh sama saya. gak masuk kriteria pilihan calon istri katanya.

giliran ada yang mau, sayanya yang emoh (eh kalo yg kasus begini kayanya ga ada deh :D)

saya gak mau maksain, kalo memang nggak cocok ya udah. tapi yang namanya hati, pasti pengen punya orang yang bisa diajak berbagi, tempat bersandar, tempat berlabuh (okay, silakan muntah).

i’ve met this guy last year, i thought he could be.. you know..your other half? but it turned out that he’s not. not even a bit, not even at all. and i learned it on a hard way. it hurt so bad you don’t want to go through any kind of romance or relationship or dating phase for a long time.

mind you, nobody tell me that time if misreading the sign could be very very very nasty.

so now i’m back, alone again (not really really completely alone, but there’s this guy….OK, that would be another story to tell). belajar untuk jadi perempuan yang tangguh, mandiri, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, pandai memasak. belajar untuk jadi manusia yang lebih baik. sampai waktunya tiba. sampai seseorang yang akan menerima saya apa adanya, membimbing saya menjadi perempuan yang lebih baik itu datang.

oh ya, masalah milih memilih, pastinya dong harus memilih! dari pertama kita lebih suka laki2 daripada perempuan pun sudah masuk kategori memilih kan? hehehehehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s